MASJID CUT MEUTIA MENTENG: Dahulu Bangunan Kantor Kini Masjid #bangunancagarbudaya
Berlokasi di kawasan
Menteng, Jakarta Pusat. Tepatnya di Jalan Taman Cut Meutia Nomer 1, Kelurahan Gondangdia.
Bangunan masjid itu tampak megah dan unik. Didominasi dengan cat berwarna putih,
bangunan tersebut memiliki gaya arsitektur berbeda dengan bangunan-bangunan
masjid pada umumnya.
Bangunan bergaya arsitektur Art Nouveau itu dalam riwayatnya merupakan sebuah bangunan yang diperuntukan sebagai kantor biro arsitektur Venntoschap Naamloloze De Bouwploeg atau biasa disingkat N.V De Bouwploeg. Sebutan Bouwploeg pada nama perusahaan tersebut di kemudian hari menjadi terkenal sebagai nama tempat, yang oleh lidah orang pribumi diucapkan sebagai Boplo.
Lembaga yang
dikepalai P.A.J Mooijen tersebutlah yang merancang dan membangun perumahan Nieuw Gondangdia. Selanjutnya lebih dikenal
secara umum dengan kawasan Menteng Gondangdia.
![]() |
Bangunan Masjid Cut Meutia, Menteng (Foto Pribadi) |
Tak adanya kubah
berbentuk bulat atau atap bertumpang di atas bangunannya. Dan pula tidak terdapat
menara menjulang sebagai penanda suatu bangunan masjid. Itulah unsur-unsur pembeda
Masjid Cut Meutia ketimbang lazimnya bangunan-bangunan masjid yang lain.
Setelah pemerintahan kolonial Belanda runtuh, pada tahun 1942, tentara Jepang menggunakan bangunan ini. Bangunan difungsikan sebagai kantor pos, jawatan kereta api hingga kantor angkatan laut.
![]() |
Bangunan NV. De Bouwploeg Tahun 1920 (KITLV) |
Selepas merdeka,
pemerintah Indonesia mengambil alih bangunan serta memfungsikannya sebagai kantor
walikota. Setelah itu digunakan bergantian untuk kepentingan kantor dinas perumahan,
kantor urusan agama hingga pernah pula dijadikan sebagai kantor Majelis Permusyawaratan
Rakyat Sementara (MPRS).
Hingga pada akhirnya dijadikan secara resmi sebagai bangunan masjid padatahun 1987.
Komentar
Posting Komentar