GEDONG TANAH: Benteng Belanda di Masjid Istiqlal

Indah serta megah. Demikian kata-kata yang bisa mewakili perasaan manakala memandang  bangunan masjid paling terkenal di pusat kota Jakarta. Masjid Istiqlal, demikianlah namanya.

Dibalik keindahan serta kemegahan Masjid Istiqlal ini ada yang menarik untuk dikulik. Hal menarik apakah itu?

Mungkin sebagian besar masyarakat, khususnya warga Jakarta belum ada yang tahu. Bahwa di lokasi berdirinya Masjid Istiqlal, dahulunya adalah sebuah benteng Belanda. Benteng itu diberi nama Het fort Prins Frederik atau Citadel Prins Frederik. Dan warga Jakarta tempo doeloe lebih mengenalnya dengan sebutan Gedong Tanah.


Citadel Prins Frederik atau Gedong Tanah

Citadel Prins Frederik, alias Benteng Prins Frederik, adalah sebuah benteng yang digagas oleh Gubernur Belanda saat itu Johannes van den Bosch. Didirikannya benteng bertujuan untuk melindungi kota Batavia dari marabahaya serbuan musuh. Terutama serbuan yang berasal melalui arah utara kota. Dari alasan demikianlah, pemerintah kolonial saat itu menunjuk insinyur Carel van der Wyck, untuk merancang bangunan benteng yang kuat.

Proses pembangunan benteng yang harus memiliki konstruksi kuat ini, memerlukan waktu lama serta tenaga yang banyak. Butuh waktu hampir 10 tahun, dan ribuan tenaga kerja yang merupakan pekerja lokal serta tahanan politik dari Jawa dan Banten.

Acara peletakan batu pertama pembangunanya dilakukan oleh Prins Willem Frederik Hendrik, putra Raja William II dari Belanda pada tahun 1837. Dari nama pengeran inilah, benteng ini dinamakan.

Pekerjaan membangun benteng baru rampung sepuluh tahun kemudian pada tahun 1847. Benteng ini menjadi salah satu struktur pertahanan terkuat di Hindia Belanda. Sebagai benteng batu yang kuat, Citadel Prins Frederik juga dilengkapi dengan sistem tembok dan parit yang dirancang untuk membuat pihak musuh sulit untuk mendekat. Selain itu, benteng ini juga memiliki banyak meriam yang siap menembaki musuh yang hendak menyerang.


(Benteng Prins Frederik atau Gedong Tanah, Sin Po 1931)


Struktur bangunan benteng ini tersusun dari bahan batu bata, dan dilindungi oleh benteng tanah. Bentuknya persegi panjang, dengan dilengkapi bastion atau bagian sudut benteng yang menjorok keluar di setiap sudutnya. Jendelanya bisa digunakan sebagai lubang intip meriam. Sebuah menara persegi panjang di tengahnya memiliki jam, jendela dan pintu di setiap sisinya, dan digunakan sebagai pemandangan.

Namun, kecanggihan struktur bangunan benteng pada masanya itu, pertahanannya tidak pernah teruji. Hal demikian dikarenakan tak adanya musuh yang menyerang Batavia hingga tahun 1942, ketika Jepang menguasai Batavia.


(Pembongkaran Benteng Prins Frederik, Star Weekly 1961)

Hingga akhirnya benteng ini diratakan sama sekali, dalam rencana pembangunan Masjid Istiqlal, tepat pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1961.


Komentar

Postingan Populer